Audit Tahap I
Audit Tahap I merupakan proses awal untuk mengevaluasi kesiapan organisasi sebelum pelaksanaan Audit Tahap II. Pada tahap ini auditor melakukan peninjauan terhadap dokumentasi sistem manajemen, ruang lingkup sertifikasi, serta kesiapan organisasi dalam menerapkan persyaratan standar yang dipilih.
Agenda Audit Tahap I meliputi:
-
Mengkaji dokumentasi sistem manajemen yang telah disusun oleh organisasi.
-
Mengevaluasi kondisi lokasi (site) organisasi serta berdiskusi dengan personel terkait untuk memastikan kesiapan pelaksanaan Audit Tahap II.
-
Menilai pemahaman organisasi terhadap persyaratan standar, termasuk identifikasi proses utama, sasaran, risiko, serta aspek penting dalam sistem manajemen.
-
Memperoleh informasi mengenai ruang lingkup sertifikasi, lokasi operasional, proses bisnis, fasilitas, peralatan, tingkat pengendalian, serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.
-
Meninjau kecukupan sumber daya yang dimiliki organisasi serta menyepakati rencana pelaksanaan Audit Tahap II.
Agenda Audit Tahap I HACCP (SPPG)
Audit Tahap I HACCP (SPPG) bertujuan untuk menilai kesiapan organisasi dalam menerapkan Sistem Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) sebelum dilakukan audit implementasi.
Agenda audit meliputi:
-
Menilai kesiapan organisasi melalui peninjauan dokumen sistem HACCP dan informasi awal mengenai proses operasional.
-
Mengevaluasi proses produksi, profil organisasi, legalitas usaha, struktur organisasi, serta penanggung jawab dalam penerapan sistem HACCP.
-
Mengidentifikasi bahan baku, pemasok, layanan pendukung, metode evaluasi pemasok, serta prosedur inspeksi bahan baku. Apabila terdapat proses yang dialihdayakan, organisasi harus menunjukkan mekanisme pengendalian terhadap pihak ketiga.
-
Meninjau fasilitas, sarana, prasarana, serta peralatan produksi, termasuk bukti kalibrasi atau verifikasi peralatan yang berpengaruh terhadap keamanan pangan. Aspek higiene dan sanitasi juga dievaluasi berdasarkan rekaman penerapan yang tersedia.
-
Mengkaji dokumentasi sistem HACCP, termasuk analisis bahaya, penetapan titik kendali kritis (CCP), prosedur pengendalian, serta rekaman implementasi sesuai persyaratan standar.
Audit Tahap II
Audit Tahap II merupakan proses evaluasi terhadap implementasi dan efektivitas sistem manajemen yang telah diterapkan organisasi. Audit dilaksanakan secara langsung di lokasi organisasi untuk memastikan bahwa seluruh persyaratan standar telah diterapkan secara konsisten dan efektif.
Ruang lingkup Audit Tahap II meliputi:
-
Verifikasi kesesuaian penerapan seluruh persyaratan standar sistem manajemen atau dokumen normatif yang menjadi dasar sertifikasi.
-
Evaluasi hasil pemantauan, pengukuran, pelaporan, dan tinjauan kinerja organisasi terhadap sasaran serta target yang telah ditetapkan.
-
Penilaian kemampuan organisasi dalam memenuhi persyaratan hukum, regulasi, serta kewajiban kontraktual yang berlaku.
-
Evaluasi pengendalian operasional terhadap seluruh proses yang berada dalam ruang lingkup sistem manajemen.
-
Verifikasi pelaksanaan audit internal dan tinjauan manajemen sebagai bagian dari proses peningkatan berkelanjutan.
-
Penilaian komitmen dan tanggung jawab manajemen terhadap kebijakan, sasaran, serta efektivitas sistem manajemen.
Selain itu, auditor juga mengevaluasi keterkaitan antara persyaratan standar, kebijakan perusahaan, sasaran dan target kinerja, pemenuhan regulasi, kompetensi personel, efektivitas prosedur operasional, data kinerja, hasil audit internal, serta tindakan perbaikan yang telah dilakukan organisasi.
Agenda Audit Tahap II HACCP (SPPG)
Audit Tahap II HACCP (SPPG) bertujuan untuk memverifikasi bahwa seluruh persyaratan sistem HACCP telah diterapkan secara efektif dalam kegiatan operasional organisasi.
Agenda audit meliputi:
-
Verifikasi implementasi praktik higiene, sanitasi, serta sistem HACCP untuk memastikan seluruh prosedur telah dijalankan secara konsisten dan efektif.
-
Evaluasi kesiapan dan kelayakan fasilitas, sarana, prasarana, serta peralatan yang digunakan dalam proses produksi atau operasional.
-
Penilaian terhadap pengendalian proses produksi, pengelolaan bahan baku, evaluasi pemasok, serta kompetensi personel yang terlibat.
-
Pemeriksaan langsung di lokasi untuk memastikan kesesuaian antara dokumen sistem HACCP dengan implementasi aktual di lapangan.
-
Apabila diperlukan, dilakukan pengambilan sampel atau pengujian untuk memastikan tidak terdapat potensi risiko terhadap keamanan pangan.
-
Evaluasi terhadap pengendalian produk yang tidak sesuai, sistem ketertelusuran (traceability), tindakan korektif, serta efektivitas pengendalian operasional secara keseluruhan.